Suara riuh dan tawa hangat menghidupkan sudut belajar Komunitas Jendela Library dalam kelas Public Speaking bersama Baiq Sapita Melati. Tanpa sekat panggung formal, para peserta diajak mengasah keberanian merangkai kata dan menemukan bahwa kunci utama komunikasi efektif adalah kunci sederhana: rasa tenang.
Suara riuh dan tawa hangat menghidupkan sudut belajar Komunitas Jendela Library Sabtu itu. Tanpa sekat panggung formal, para peserta duduk melingkar di antara deretan buku, siap mengasah keberanian merangkai kata dalam kelas Public Speaking dan Komunikasi Efektif.
Hadir sebagai narasumber, Baiq Sapita Melati membagikan rahasia mendasar dalam menyampaikan gagasan di depan publik. Dengan pendekatan yang santai dan interaktif, ia menekankan bahwa kunci utama dari komunikasi yang efektif sebenarnya sangat sederhana, yaitu "tenang".
"Rasa gugup itu wajar. Namun saat kita bisa bersikap tenang, pikiran jadi lebih jernih untuk memilih kata dan pesan yang ingin disampaikan pun bisa diterima dengan baik oleh pendengar," ungkap Baiq Sapita Melati di hadapan para peserta.
Di sudut belajar yang penuh keakraban itu, satu per satu peserta diajak menyusun draf naskah singkat lalu mempraktikkannya secara langsung. Suasana yang tadinya diwarnai rasa canggung perlahan berubah menjadi cair dan penuh percaya diri.
Melalui latihan sederhana ini, para peserta tidak hanya belajar menyusun naskah yang runtut, tetapi juga mengikis rasa takut berbicara di depan umum. Sesi ini menjadi langkah awal yang berkesan di Jendela Library—membuktikan bahwa untuk belajar berkomunikasi dengan berdampak, kita hanya perlu ruang belajar yang hangat dan keberanian untuk tetap tenang.
Kembali ke Blog